Rupiah Menguat ke Rp17.709 per Dolar As, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Pendorong

Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026). Mata uang Garuda ditutup naik 152 poin atau 0,85 persen di tengah sentimen positif dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada akhir perdagangan, rupiah berada di level Rp17.709 per dolar AS, menguat dibanding posisi sebelumnya di Rp17.860 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah dipengaruhi meningkatnya optimisme pasar setelah muncul kabar mengenai kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di kawasan tersebut.

Menurutnya, perkembangan itu turut membuka peluang normalisasi aktivitas pelayaran internasional melalui Selat Hormuz, jalur perdagangan energi strategis dunia.

“Presiden AS Donald Trump dan pejabat Iran disebut telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang serta membuka kembali lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa nota kesepahaman antara kedua negara direncanakan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6) dengan mediasi Pakistan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa pungutan biaya, sementara blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran disebut akan dihentikan.

Media Iran melaporkan draf kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari dengan mekanisme pengaturan tertentu.

Pelaku pasar kini mencermati seberapa cepat negara-negara produsen minyak di Timur Tengah dapat memulihkan produksi dan ekspor energi pascakonflik. Selain itu, investor juga mengamati potensi peningkatan lalu lintas kapal dagang di kawasan tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan bahwa pembahasan kesepakatan yang lebih luas akan dilanjutkan selama masa gencatan senjata selama 60 hari.

Di sisi lain, negara-negara E4 yang terdiri dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia dikabarkan siap mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap Iran apabila terdapat kemajuan terkait program nuklir negara tersebut.

Penguatan rupiah juga tercermin dari kurs referensi Bank Indonesia. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah pada Senin bergerak ke level Rp17.719 per dolar AS, menguat dibanding posisi sebelumnya yang berada di Rp17.912 per dolar AS.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan lanjutan negosiasi geopolitik di Timur Tengah yang diperkirakan masih akan menjadi salah satu faktor utama penggerak pasar keuangan global dalam beberapa waktu ke depan. (AD)

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup