BGN Larang Mitra Bangun Dapur MBG Sebelum Lolos Verifikasi
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan calon mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diperbolehkan membangun dapur sebelum dinyatakan lolos proses verifikasi resmi dari BGN.
Hal itu disampaikan Sony saat berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (29/5/2026). Ia menekankan seluruh proses pendaftaran mitra dilakukan melalui sistem resmi secara daring.
“Calon mitra dilarang membangun dapur apabila belum terverifikasi,” kata Sony.
Menurutnya, masyarakat yang ingin menjadi mitra penyedia dapur MBG wajib mendaftar melalui portal resmi mitra BGN. Seluruh tahapan administrasi dilakukan secara online, sedangkan pengecekan lapangan hanya dilakukan oleh petugas survei resmi.
“Pendaftaran dilakukan secara daring, administrasi juga secara daring. Di lapangan hanya bertemu petugas yang melakukan survei,” ujarnya.
Sony juga memastikan tidak ada pungutan biaya dalam proses pengajuan maupun verifikasi mitra MBG. Tahap awal pendaftaran meliputi kelengkapan dokumen seperti data yayasan, nama pengurus, NPWP, hingga Nomor Induk Berusaha (NIB).
Jika seluruh persyaratan dinyatakan lolos, calon mitra akan memperoleh nomor identitas yayasan berupa enam digit angka. Setelah itu, mitra baru dapat mengajukan titik lokasi pembangunan dapur MBG.
Ia menjelaskan sistem akan otomatis memberikan notifikasi apabila kuota lokasi dapur di suatu wilayah telah terpenuhi. Penanda tersebut muncul dalam sistem berupa blok berwarna merah.
“Kalau kuota lokasi sudah penuh, sistem langsung memberikan informasi,” jelasnya.
Namun demikian, Sony mengungkapkan saat ini portal pendaftaran mitra MBG telah resmi ditutup sementara. BGN kini tengah melakukan proses validasi dan pencocokan data secara nasional.
“Portal mitra sudah ditutup. Sekarang BGN fokus melakukan validasi data riil yang dikumpulkan mulai dari tingkat desa,” katanya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah dapur MBG yang telah lolos verifikasi secara nasional mencapai 29.400 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.900 dapur disebut sudah mulai beroperasi.
“Yang terverifikasi secara nasional ada 29.400 dapur dan yang sudah operasional 27.900 dapur,” ujar Sony.
BGN menargetkan total kebutuhan dapur MBG mencapai 30 ribu lokasi di seluruh Indonesia. Dengan capaian saat ini, jumlah dapur yang telah diverifikasi disebut telah memenuhi sekitar 80 persen target nasional.
Sementara itu, proses validasi masih terus dilakukan terutama untuk wilayah terpencil yang membutuhkan pendataan lebih lanjut. (AD)
Foto : Antara








