Pemerintah Siapkan Relokasi dan Pembangunan Rumah untuk 112 Ribu Warga Terdampak Banjir-Longsor di Sumatera

Pemerintah menyiapkan skema relokasi dan pembangunan rumah bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra. Data sementara menunjukkan ada 112.551 unit rumah rusak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Datanya sangat dinamis, tetapi sementara ini kami memetakan 112.551 rumah terdampak di tiga provinsi tersebut,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dikutip Jumat (12/12/2025).

Aceh Paling Banyak Terdampak

Ara merinci, kerusakan rumah sementara ini meliputi sekitar 75.000 unit di Aceh, 28.600 unit di Sumatera Utara, dan hampir 9.000 unit di Sumatera Barat. Kerusakan mencakup kategori rusak ringan, sedang, berat, hingga hanyut.

Pemerintah kini mengidentifikasi lokasi relokasi: masing-masing 8 titik di Aceh dan Sumut, serta 5 titik di Sumbar.

“Pertimbangan pertama adalah keamanan. Setelah itu legalitas lahan dan ekosistem kehidupan warga, seperti akses ke sekolah, pasar, hingga rumah sakit agar tidak jauh dari aktivitas mereka,” ujar Ara.

Survei Kerusakan Masih Berlangsung

Ara menegaskan survei detail kerusakan membutuhkan waktu karena mencakup ratusan ribu unit rumah. Hasil survei itu akan menentukan apakah rumah harus dibangun baru, direlokasi, atau cukup direnovasi.

RISHA Jadi Opsi Pembangunan Cepat

Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), rumah modular berbahan panel yang dapat dirakit cepat dan sudah digunakan pada bencana sebelumnya.

“Kami punya stok RISHA sekitar 470 unit di Medan dan 140 unit di Bandung. Setelah kebutuhan lebih rinci dan izin lengkap, kemungkinan akan ada pemesanan tambahan beserta cadangannya,” kata Ara.

Kementerian PKP juga telah berdiskusi dengan Semen Indonesia Group terkait parameter teknis dan ekonomi pembangunan rumah, mulai kualitas panel, kapasitas produksi, harga per unit, waktu instalasi, hingga skema pembayaran.

Bantuan 2.000 Rumah dari Tzu Chi

Selain intervensi pemerintah, Yayasan Buddha Tzu Chi disebut telah menyatakan kesiapan membantu membangun 2.000 rumah bagi korban bencana.

“Ini bentuk gotong royong bangsa yang sangat kami apresiasi. Kontribusi berbagai pihak akan kami integrasikan dengan program pemerintah pusat dan daerah,” ujar Ara.

Rekonstruksi Menunggu Data Final

Tahapan rekonstruksi pemukiman belum dimulai karena pemerintah masih menunggu validasi rinci data kerusakan. Namun seluruh persiapan dilakukan sejak awal agar pembangunan bisa dipercepat setelah masa tanggap darurat beralih ke pemulihan.

“Bagaimana mau menghitung biayanya kalau datanya belum benar. Kita harus punya data yang sama dulu untuk menentukan mana yang harus dibangun baru, direlokasi, atau direnovasi,” tegas Ara..

 

 

 

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup