Pemerintah Perkuat Kebijakan Lansia Merespons Fenomena Aging Population di 21 Provinsi
Pemerintah memperkuat kebijakan bagi lanjut usia (lansia) untuk merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sebanyak 21 provinsi di Indonesia kini telah memasuki fenomena aging population atau penduduk usia menua.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, pemerintah telah menyiapkan program Lansia Berdaya sebagai bentuk kehadiran negara dalam menghadapi tantangan transisi demografi tersebut.
“Kemendukbangga/BKKBN sudah memiliki program Lansia Berdaya. Ini bagian dari bagaimana negara dan pemerintah hadir karena saat ini sekitar 12 persen penduduk kita sudah masuk kategori aging population. Dari 286 juta penduduk, 12 persennya adalah lansia,” ujar Wihaji dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) dikutip Selasa (9/12/2025).
Fenomena aging population ini menandai perubahan struktur demografi yang harus direspons melalui kebijakan terpadu, khususnya di sektor kesehatan dan pemberdayaan lansia. Program Lansia Berdaya menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia.
Program tersebut mencakup berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan rutin, pelatihan dan pendampingan berbasis keluarga, pengembangan sekolah lansia, lansia entrepreneur, hingga penerbitan kartu lansia sebagai fondasi untuk menciptakan lansia yang produktif dan berdaya di masa transisi demografi.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kebijakan lintas sektor untuk menangani fenomena aging population secara komprehensif.
“Pengembangan keluarga Indonesia sekarang makin banyak yang bergeser ke usia lanjut. Bagaimana kita menyusun satu kebijakan bersama agar penanganan lansia ini bisa dilakukan lebih baik oleh pemerintah,” kata Budi.
Di sisi lain, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan biaya sekitar Rp42 triliun setiap tahun untuk program-program yang dimanfaatkan oleh kelompok lansia, salah satunya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
“Di BPJS ada program Prolanis untuk lansia. Dengan berbagai skema layanan, kurang lebih Rp42 triliun per tahun dikeluarkan,” ujar Ghufron.
Foto: Dok. Kemendugbangga/BKKBN





