Menteri ATR/BPN Minta Warga Bali Siap Transmigrasi, Sebut untuk Kelola Lahan dan Atasi Kemiskinan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid meminta warga Bali untuk siap mengikuti program transmigrasi ke luar Pulau Dewata guna mengelola lahan pertanian di berbagai daerah. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
Pernyataan itu disampaikan Nusron saat Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (26/11/2025). Pertemuan tersebut turut dihadiri para kepala daerah se-Bali, termasuk Gubernur Bali Wayan Koster.
“Jadi Pak Gubernur, kita siap-siap. Pak Gubernur, warga Bali harus ada yang disiapkan untuk transmigrasi lagi untuk mengelola lahan di luar Bali,” kata Nusron, dikutip dari detikBali, Selasa (2/12/2025).
Nusron kemudian menyebut sejumlah daerah yang membutuhkan tenaga untuk menggarap lahan pertanian, seperti Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, hingga Papua. Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto ingin menghidupkan kembali program transmigrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan dan pemerataan.
“Pak Presiden tegas, saat ini pemerintah kalau tidak ada (masyarakatnya), datangkan dari Jawa, dari Bali. Program transmigrasi dihidupkan lagi dengan dikasih garapan pertanian di luar Jawa yang lebih menjanjikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nusron menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan daerah-daerah tersebut mampu menyediakan hingga 3 juta hektare lahan dalam lima tahun ke depan. Ia menegaskan program transmigrasi ini sejalan dengan agenda reforma agraria nasional.
“Itu memang akan matching dengan program transmigrasi dan program reforma agraria,” ujarnya.
Foto : Istimewa





