Menbud Fadli Zon: Masyarakat Adat, Penjaga Pangan Lokal dan Kunci Swasembada Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan peran strategis masyarakat adat dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal yang menjadi penopang program prioritas nasional swasembada pangan. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia di Jakarta, Kamis (8/8/2025).

“Kita berkontribusi dalam upaya pemerintah mencapai swasembada pangan. Pangan lokal penting karena telah disesuaikan dengan kebiasaan dan budaya kita,” ujar Fadli dikutip, pada Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah, mulai dari jagung, sorgum, sagu, hingga beras. Melalui Gerakan Pangan Lokal Nusantara, potensi ini dapat dioptimalkan dari hulu hingga hilir, termasuk sektor kuliner dan pariwisata, sehingga menjadi warisan budaya takbenda yang bernilai ekonomi.

Fadli menekankan, kearifan pangan lokal yang diwariskan masyarakat adat telah menjaga keragaman sumber protein dan karbohidrat Nusantara. Pangan tersebut tidak hanya menopang ketahanan pangan, tetapi juga berperan penting bagi kesehatan generasi penerus, terutama bagi ibu hamil, guna mencegah stunting dan melahirkan generasi unggul.

Ia mengajak masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal secara rutin sebagai langkah diversifikasi pangan, agar ketergantungan terhadap beras dapat dikurangi. “Peringatan ini harus menjadi momentum untuk menggerakkan pangan lokal Nusantara dengan peta jalan yang jelas, dari produksi hingga menjadi hidangan bernilai ekonomi,” tegasnya.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak—termasuk tokoh adat, seniman, budayawan, dan masyarakat umum—demi memastikan keberlanjutan dan perkembangan pangan lokal di Indonesia.

 

 

Foto : Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup