SEMARAK ITB 2025: Langkah Nyata Mewujudkan Pendidikan Tinggi yang Adaptif dan Berdampak

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendorong transformasi pendidikan nasional melalui gelaran SEMARAK 2025, akronim dari Sinergi Edukasi Modern Adaptif, Kreatif, dan Berdampak. Bertempat di Aula Timur dan Barat Kampus Ganesha, Kamis (10/7/2025), acara ini menghadirkan pameran dan diskusi publik seputar inovasi pendidikan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Agenda SEMARAK bukan sekadar seremonial kampus. Ia merupakan perwujudan dari visi ITB dalam menjawab tantangan zaman. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, menekankan pentingnya kurikulum 2024 yang kini mulai diimplementasikan. Kurikulum ini, kata Irwan, dirancang untuk fleksibel, kolaboratif, dan memberi ruang eksplorasi lintas disiplin.

“Pendidikan tinggi harus mampu beradaptasi dengan dinamika global. Karena itu, kami membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas cakrawala, melalui pilihan mata kuliah yang relevan baik secara lokal maupun global,” ujar Prof. Irwan dikutip Jumat 11 Juli 2025.

ITB juga gencar menjalin kerja sama internasional demi memperluas daya jangkau dan kontribusi pendidikan tinggi Indonesia. “Mari kita jadikan pendidikan, riset, dan inovasi sebagai jalan membangun kemandirian bangsa dan memperluas pengaruh di dunia,” tambahnya.

Senada dengan itu, Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Dr. Berry Juliandi, menyoroti urgensi pendidikan yang berdampak nyata. Menurutnya, pembelajaran tak boleh lagi berorientasi semata pada nilai akademik, melainkan harus menjawab kebutuhan sosial dan komunitas.

“Dunia kerja masa depan akan menuntut kemampuan memecahkan masalah, berpikir sistemik, serta kecakapan sosial. Inilah esensi dari pembelajaran berbasis hasil, atau Outcome-Based Education,” ungkap Berry.

Tak sekadar diskusi, SEMARAK ITB 2025 juga menghadirkan pameran inovasi pendidikan dari berbagai fakultas dan sekolah di lingkungan kampus. Mulai dari teknologi hasil perkuliahan “Pengenalan Rekayasa dan Desain”, pemanfaatan learning management system dan studio multimedia, hingga karya pengabdian masyarakat yang menjawab problem riil di lapangan.

Dalam diskusi panel, hadir dua narasumber utama: Prof. Dr. Ichsan Setya Putra dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB yang memaparkan strategi pembelajaran berdampak, serta Dr. Eng. Ayu Purwarianti dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB yang membahas peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mengubah wajah pendidikan.

SEMARAK 2025 berhasil menarik perhatian hampir 1.000 pengunjung, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa lintas kampus, akademisi, hingga masyarakat umum.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, ITB menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang tidak hanya adaptif terhadap zaman, tapi juga bermakna bagi masyarakat. Sebuah upaya nyata mempertemukan gagasan, teknologi, dan nilai sosial demi masa depan bangsa yang lebih mandiri dan berdaya saing global.

 

 

 

 

Foto: itb.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup