Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Batch 1, Simak Syaratnya

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026 Tahap (Batch) 1 mulai Kamis. Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman kerja melalui perusahaan mitra.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan para calon peserta kini sudah dapat mengakses sistem pendaftaran dan memilih posisi magang yang tersedia di perusahaan-perusahaan yang telah lolos sebagai mitra penyelenggara.

“Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih lowongan magang yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Darmawansyah dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam memperluas akses magang yang berkualitas sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan industri.

Kemnaker juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah mendaftarkan diri sebagai mitra penyelenggara Program Magang Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026.

Darmawansyah menjelaskan, perusahaan yang belum dinyatakan lolos akan menerima notifikasi sesuai hasil proses verifikasi. Bagi perusahaan yang memperoleh status “Penyelenggara Dalam Proses Verifikasi”, mereka belum dapat mengikuti Batch 1, namun akan otomatis diproses kembali pada tahap seleksi berikutnya.

Sementara itu, perusahaan yang menerima notifikasi “Penyelenggara Ditolak” diwajibkan melakukan pendaftaran ulang apabila ingin mengikuti seleksi pada tahap selanjutnya.

Agar peluang lolos semakin besar, Kemnaker mengimbau perusahaan untuk memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya memastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), mulai dari profil perusahaan, jumlah pekerja, hingga data operator dan mentor, telah lengkap dan diperbarui.

Selain itu, perusahaan diminta mengajukan lowongan magang yang sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Posisi yang hanya bersifat operator atau tidak berorientasi pada pengembangan kemampuan peserta berpotensi tidak lolos dalam proses verifikasi.

Kemnaker juga menekankan pentingnya penyusunan kurikulum magang yang relevan dengan posisi yang ditawarkan agar proses penilaian berjalan lebih mudah.

“Kurikulum yang jelas dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses verifikasi,” kata Darmawansyah.

Melalui Program Magang Nasional 2026, pemerintah berharap semakin banyak lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja yang relevan, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan kesiapan memasuki dunia kerja. (AD)

Foto: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup