Pemerintah Perkuat UMKM, Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Jalur Distribusi Nasional
Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah yang didorong adalah menjadikan KDKMP sebagai pusat distribusi dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pelayanan masyarakat desa, tetapi juga menjadi pusat konsolidasi produk unggulan daerah. Melalui jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, produk UMKM diharapkan tidak lagi hanya dipasarkan di daerah asalnya.
“Kami ingin produk-produk UMKM dapat terkonsolidasi dan dipasarkan melalui jaringan koperasi di seluruh NTB hingga ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Farida saat mengunjungi UMKM Sasak Maiq di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (27/6), sebagaimana dikutip dari keterangan resminya, Minggu (28/6/2026).
Menurut Farida, keberadaan jaringan KDKMP akan membantu memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi kendala pemasaran produk lokal. Dengan sistem distribusi yang lebih efisien, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah.
Selain menjadi pusat pemasaran produk unggulan, KDKMP juga disiapkan sebagai penyedia kebutuhan pokok masyarakat desa, mulai dari beras, minyak goreng hingga pupuk. Skema tersebut diharapkan mampu menghadirkan harga yang lebih terjangkau karena rantai distribusi menjadi lebih singkat.
Farida juga mengajak para pelaku UMKM bergabung menjadi anggota koperasi agar dapat memanfaatkan berbagai fasilitas, termasuk akses pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga sekitar 6 persen per tahun. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun investasi peralatan usaha.
Menurutnya, koperasi juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk saling berbagi informasi pasar, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan daya saing produk.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga bahan baku impor, Farida mendorong pelaku UMKM memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan usaha karena tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Pemerintah, lanjut Farida, juga terus membuka peluang agar produk-produk UMKM Indonesia mampu menembus pasar ekspor melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Smesco Indonesia dan Kementerian Perdagangan.
Ia pun mengajak pelaku UMKM di Lombok mulai membidik pasar internasional. Menurutnya, sejumlah koperasi di daerah lain telah berhasil mengekspor produk kuliner lokal ke Malaysia dan Singapura sehingga peluang serupa terbuka bagi UMKM di Nusa Tenggara Barat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Smesco dan Kementerian Perdagangan agar produk UMKM Indonesia tidak hanya sukses di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” kata Farida. (AD)
Foto: Dok. Kemenkop RI







