Debutan Tanjung Verde Kembali Kejutkan Dunia, Tahan Uruguay 2-2 di Piala Dunia 2026
Timnas Tanjung Verde kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu tim kejutan di Piala Dunia 2026. Setelah sukses menahan imbang juara Eropa Spanyol pada laga pembuka, Pasukan Hiu Biru kembali mencuri perhatian dengan memaksa Uruguay bermain imbang 2-2 pada pertandingan kedua Grup H di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin WIB.
Hasil tersebut disambut penuh kebanggaan oleh pelatih Tanjung Verde, Bubista. Menurutnya, kerja keras dan kepercayaan yang dimiliki seluruh pemain menjadi kunci keberhasilan timnya meraih hasil positif menghadapi salah satu kekuatan sepak bola Amerika Selatan tersebut.
“Kami percaya kepada seluruh pemain kami. Kami selalu melakukan perubahan dan tim tetap menghadapi pertandingan dengan keinginan untuk menang serta organisasi permainan yang baik. Kami harus merasa puas dengan apa yang berhasil kami capai hari ini,” ujar Bubista seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Tanjung Verde tampil berani sejak menit awal pertandingan. Kejutan pun tercipta pada menit ke-21 ketika Kevin Lenini sukses memanfaatkan tendangan bebas untuk membobol gawang Uruguay. Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama dalam sejarah Tanjung Verde di ajang Piala Dunia.
Namun keunggulan itu tidak bertahan hingga turun minum. Uruguay yang terus menekan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-43 melalui Maximiliano Araujo yang memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Rodrigo Bentancur.
Menjelang akhir babak pertama, Uruguay berbalik unggul. Tepat pada menit ke-45+6, Agustin Canobio sukses menuntaskan umpan sundulan Araujo untuk mengubah skor menjadi 2-1 bagi La Celeste.
Memasuki babak kedua, Tanjung Verde tidak kehilangan semangat. Tim debutan tersebut terus berusaha mencari celah di lini pertahanan Uruguay yang mulai kehilangan ritme permainan.
Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-61. Helio Varela dengan cerdik memanfaatkan kesalahan lini belakang Uruguay sebelum melepaskan penyelesaian yang mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut memiliki arti spesial bagi Varela yang menjalani debutnya di ajang Piala Dunia bersama tim nasional.
“Saya memang memimpikan momen ini, tetapi tidak pernah membayangkan hal itu akan terjadi dengan cara seperti ini. Mencetak gol pertama untuk tim nasional pada debut saya di Piala Dunia sungguh luar biasa. Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkannya,” kata Varela.
Sementara itu, pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, mengakui timnya gagal mempertahankan dominasi setelah unggul pada babak pertama. Menurut pelatih berusia 70 tahun tersebut, menurunnya intensitas permainan menjadi faktor utama hilangnya dua poin penting bagi Uruguay.
“Ketika kami kehilangan kendali permainan, keunggulan itu semakin menipis dibandingkan lawan. Faktor penentu hasil pertandingan adalah karena intensitas permainan kami menurun, dan itu seharusnya tidak boleh terjadi,” ujar Bielsa.
Hasil imbang ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Uruguay setelah sebelumnya ditahan Arab Saudi dengan skor 1-1. Di sisi lain, Tanjung Verde memperpanjang catatan impresifnya dengan mengoleksi dua hasil imbang dari dua pertandingan menghadapi lawan-lawan kuat.
Persaingan Grup H pun semakin terbuka setelah pada laga lainnya Spanyol berhasil membungkam Arab Saudi dengan skor telak 4-0. Kondisi tersebut membuat seluruh peluang lolos ke babak gugur masih terbuka dan akan ditentukan pada pertandingan terakhir fase grup.
Pada laga penentuan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (27/6), Tanjung Verde akan menghadapi Arab Saudi di Houston, sementara Uruguay ditantang Spanyol dalam pertandingan krusial di Guadalajara. Hasil kedua laga tersebut akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke fase gugur dan siapa yang harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026. (AD)
Foto : Istimewa







