Ketegangan Memuncak, Iran Soroti Dampak Blokade AS ke Perdagangan Global

Pemerintah Iran melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Amerika Serikat yang memblokade jalur pelayaran di Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut. Ia menilai tindakan Washington justru memperburuk situasi dan berdampak luas terhadap ekonomi dunia.

“Bisakah perang dimenangkan dengan memilih balas dendam terhadap ekonomi global? Apa gunanya ‘memotong hidung sendiri’ untuk membalas dendam?” ujar Baghaei melalui platform X.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tegas terkait situasi di kawasan tersebut. Ia mengancam akan menghancurkan kapal-kapal Iran yang mendekati Selat Hormuz.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump juga mengklaim kekuatan laut Iran telah mengalami kerusakan besar. Ia menyebut sebanyak 158 kapal Iran telah dihancurkan dan memperingatkan kapal lainnya untuk menjauh dari wilayah operasi militer AS.

Kebijakan blokade tersebut dijalankan oleh United States Central Command atau CENTCOM, atas perintah langsung Trump sejak Senin (13/4). Langkah ini diambil setelah perundingan antara Washington dan Teheran tidak mencapai kesepakatan meski sempat berlangsung di tengah masa gencatan senjata.

CENTCOM menyatakan bahwa blokade akan diberlakukan tanpa membedakan kapal dari negara mana pun yang berlabuh di pelabuhan Iran, baik di Teluk Persia maupun Teluk Oman. Namun demikian, mereka memastikan kebebasan navigasi menuju pelabuhan selain Iran tetap dibuka.

Kebijakan tersebut semakin meningkatkan ketegangan di kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi global yang sangat vital bagi perdagangan internasional. (AD)

Foto : Dok. Anadolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup