Iran dan AS Gagal Sepakat, Dua Isu Jadi Batu Sandungan
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Meski kedua pihak mengaku telah menemukan titik temu dalam beberapa hal, perbedaan pada isu krusial membuat negosiasi menemui jalan buntu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan masih ada sejumlah perbedaan mendasar yang belum dapat disepakati.
“Kami mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, namun pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan,” kata Baghaei seperti dikutip kantor berita Mehr, Minggu (12/4/2026).
Baghaei tidak merinci isu-isu utama yang menjadi penghambat kesepakatan antara Teheran dan Washington tersebut.
Perundingan ini berlangsung pada Sabtu (11/4) di Islamabad, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Iran pada Rabu (8/4) malam.
Namun, hasil akhir pertemuan tersebut tidak sesuai harapan. Delegasi dari kedua negara gagal mencapai titik temu yang dapat dituangkan dalam kesepakatan resmi.
Pemimpin delegasi AS yang juga Wakil Presiden, J.D. Vance, menyampaikan bahwa perundingan telah berlangsung cukup panjang, namun tidak membuahkan hasil.
“Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah melalui perundingan panjang, dan delegasi AS akan kembali ke negaranya tanpa membawa hasil kesepakatan,” ujar Vance.
Kegagalan ini menandai masih kuatnya perbedaan kepentingan antara kedua negara, meski sebelumnya sempat muncul sinyal positif melalui kesepahaman di sejumlah isu.
Hingga kini, belum ada kepastian terkait kelanjutan perundingan antara Iran dan AS dalam waktu dekat. (AD)
Foto : Dok. Anadolu







