Job Fair Kota Tangerang Serap 2.034 Pencari Kerja Sepanjang 2025, Disnaker Klaim Efektif Tekan Pengangguran

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 2.034 pencari kerja berhasil difasilitasi masuk ke berbagai perusahaan melalui program bursa kerja (job fair) sepanjang 2025. Program ini dinilai berkontribusi signifikan dalam menekan angka pengangguran terbuka di wilayah tersebut.

Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan, kegiatan job fair rutin digelar setiap bulan, baik secara luring maupun daring. Selain itu, bursa kerja juga dihadirkan dalam berbagai agenda publik, seperti festival daerah hingga kegiatan car free day.

“Kemudahan akses informasi lowongan kerja melalui sistem scan barcode membuat minat masyarakat mengikuti job fair sangat tinggi,” kata Ujang di Tangerang, Kamis (18/12/2025).

Sepanjang 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyediakan total 24.705 lowongan kerja dengan melibatkan 330 perusahaan dari berbagai sektor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.034 pencari kerja dinyatakan diterima, terdiri atas 1.447 warga Kota Tangerang dan 587 pencari kerja dari luar daerah.

Ujang menegaskan, job fair menjadi salah satu program strategis yang terbukti efektif dalam mengurangi angka pengangguran terbuka. Ke depan, Pemkot Tangerang menargetkan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar melalui sejumlah inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat dapat memantau informasi lowongan kerja dan jadwal job fair melalui aplikasi Tangerang LIVE serta akun Instagram @tangerang_cakapkerja,” ujarnya.

Melalui kanal tersebut, lanjut Ujang, tersedia informasi lowongan kerja dari berbagai sektor, mulai dari industri, perkantoran, jasa, hingga kuliner, termasuk peluang kerja bagi fresh graduate. Pembaruan informasi yang dilakukan secara rutin dinilai membantu pencari kerja mendapatkan informasi yang valid dan terpercaya.

Sementara itu, Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang juga berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sepanjang 2025, BLK memfasilitasi 1.021 calon tenaga kerja melalui 64 kali pelatihan dengan rata-rata 16 peserta per kelas.

Kepala BLK Kota Tangerang Yasin Surya menyebutkan, tingkat partisipasi peserta pelatihan tahun ini sangat tinggi, berada di atas 90 hingga 100 persen. Dari total peserta, sebanyak 869 orang berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), terdiri atas 448 laki-laki dan 421 perempuan.

“Peningkatan penyerapan peserta pelatihan tahun ini juga lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sertifikasi BNSP menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di dunia profesional,” kata Yasin.

Ke depan, Pemkot Tangerang menargetkan peningkatan penyerapan peserta pelatihan melalui berbagai bidang keahlian, seperti desain grafis dan printing, operator komputer, tata boga, tune up sepeda motor, housekeeping, instalasi listrik, kecerdasan buatan (AI), chatbot, menjahit, hingga pelatihan bahasa asing.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemkot Tangerang menargetkan penurunan angka pengangguran terbuka menjadi 5,89 persen pada 2025 dan 4,80 persen pada 2029.

Ia juga mencatat, angka pengangguran di Kota Tangerang menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dari 8,63 persen pada 2020 menjadi 5,92 persen pada 2024.

“Selain menekan pengangguran, kami juga menargetkan peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) hingga 47,01 persen pada tahun ini dengan mendorong perluasan lapangan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja,” pungkas Sachrudin.

 

 

 

 

Foto: Dok. Pemkot Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup