Meta Akan Batasi Personalisasi Iklan di Facebook-Instagram Eropa Mulai 2026
Komisi Eropa mengumumkan bahwa Meta akan memberikan pilihan baru kepada pengguna Facebook dan Instagram di wilayah Uni Eropa untuk berbagi lebih sedikit data dan melihat lebih sedikit iklan yang dipersonalisasi. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Januari 2026.
Mengutip laporan Engadget pada Selasa, Komisi Eropa menyatakan bahwa langkah tersebut menjadi yang pertama kalinya bagi Meta untuk menawarkan opsi pembatasan personalisasi iklan kepada pengguna jejaring sosialnya di Eropa.
“Ini adalah pertama kalinya pilihan seperti itu ditawarkan di jejaring sosial Meta,” demikian pernyataan resmi Komisi Eropa, dikutip pada Rabu (10/12/2025).
Dalam kebijakan baru ini, Meta akan memberikan dua opsi utama kepada pengguna. Pertama, pengguna dapat menyetujui pembagian seluruh data mereka sehingga tetap menerima iklan yang sepenuhnya dipersonalisasi. Kedua, pengguna dapat memilih berbagi lebih sedikit data dengan konsekuensi personalisasi iklan yang jauh lebih terbatas.
Kebijakan tersebut diumumkan menyusul dijatuhkannya denda sebesar 200 juta euro atau sekitar Rp3,8 triliun kepada Meta oleh Komisi Eropa. Denda itu terkait dengan penawaran paket langganan bebas iklan di wilayah Uni Eropa yang dinilai menggunakan skema “setujui atau bayar”.
Seperti diketahui, Meta mulai menawarkan layanan bebas iklan kepada pengguna Facebook dan Instagram di Eropa sejak 2023. Namun, layanan tersebut menuai kritik dari regulator sehingga tarifnya sempat diturunkan. Meski demikian, minat pengguna disebut tetap rendah.
Seorang eksekutif Meta pada tahun ini mengakui bahwa peminat paket bebas iklan tersebut tergolong sedikit.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Meta membenarkan pernyataan Komisi Eropa terkait kebijakan baru tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa iklan yang dipersonalisasi memiliki peran penting bagi perekonomian Uni Eropa.
“Tahun lalu, iklan Meta berkontribusi pada aktivitas ekonomi senilai 213 miliar euro atau sekitar Rp4,1 triliun dan menciptakan 1,44 juta lapangan kerja di seluruh Uni Eropa,” ujar juru bicara Meta.
Foto: Dok. Reuters/Dado Ruvic







