Kementerian UMKM Pacu Penyaluran KUR untuk Pulihkan Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan segera menggelar pembahasan bersama sejumlah pihak untuk mempercepat pemulihan ekonomi pelaku UMKM yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu fokus utama dalam pembahasan tersebut adalah percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pihaknya akan mulai memanggil bank-bank penyalur KUR pada Senin (8/12) untuk memastikan pembiayaan segera mengalir kepada pelaku usaha yang terdampak bencana.

“Besok kita hari Senin mulai maraton mengundang beberapa bank penyalur KUR agar bisa segera menyalurkan pembiayaan bagi UMKM terdampak bencana,” ujar Maman di Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (7/12/2025).

Maman menjelaskan, tahap awal dalam upaya pemulihan ekonomi ini adalah melakukan pemetaan kondisi UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera. Pemetaan tersebut menjadi landasan penting untuk mengetahui jumlah pelaku usaha yang terdampak, tingkat keparahan dampak, serta kebutuhan penanganan yang tepat.

“Fokus kami di Kementerian UMKM, nanti juga berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Langkah pertama kita petakan terlebih dahulu mana daerah yang terdampak secara permanen atau UMKM-UMKM yang terdampak secara permanen,” katanya.

Ia menegaskan, keakuratan data UMKM terdampak menjadi kunci agar langkah penanganan yang dilakukan pemerintah tepat sasaran dan dapat segera dieksekusi. Menurutnya, pemetaan pascabencana harus mempertimbangkan tingkat kerusakan di setiap wilayah melalui sistem zonasi untuk menentukan tingkat kelumpuhan usaha.

“Nanti setiap zonasi akan kita perhitungkan untuk melihat seberapa parah dampaknya terhadap usaha para pelaku UMKM,” jelasnya.

Setelah proses pemetaan rampung, pemerintah baru akan melanjutkan dengan langkah-langkah konkret pemulihan ekonomi daerah. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat stabilitas perekonomian, khususnya di wilayah terdampak bencana.

“Nah setelah itu baru nanti kita melakukan langkah-langkah tindak lanjut untuk pemulihan ekonominya. Jadi kita lebih kepada konteks pemulihan ekonomi daerah,” tutur Maman.

Meski demikian, Maman menyebut proses pemulihan ekonomi pascabencana membutuhkan waktu yang tidak singkat. Saat ini, pemerintah masih memprioritaskan penanganan kedaruratan bencana di daerah terdampak.

“Ini akan kita bahas secara komprehensif. Saya tidak mau berani berbicara terlalu jauh di awal, karena kita masih fokus dulu pada penanganan bencana,” pungkasnya.

 

 

 

 

Foto : Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup