Pemerintah Dorong Banda Neira Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas Nasional

Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong Banda Neira, Maluku, untuk ditetapkan sebagai destinasi wisata super prioritas nasional. Alasannya, kawasan tersebut memiliki kekayaan bawah laut yang dinilai luar biasa dan tidak tertandingi.

Tito yang telah melakukan penyelaman di berbagai lokasi dalam dan luar negeri mengaku terkesan dengan keindahan bawah laut Banda Neira. Ia melihat peluang besar bagi wilayah tersebut masuk dalam daftar destinasi super prioritas.

“Jika ditetapkan menjadi destinasi super prioritas, maka seluruh daya pemerintah pusat melalui APBN dapat diarahkan untuk membantu pembangunan Banda Neira,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025).

Menurut Tito, Banda Neira memiliki daya tarik lengkap, mulai dari pesona alam bawah laut, kekayaan budaya, hingga sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah dunia.

“Seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang,” katanya menyebut lima destinasi yang sudah lebih dulu masuk kategori super prioritas.

Tito menilai penetapan Banda Neira sebagai destinasi prioritas nasional dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Peningkatan itu dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur sekaligus mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“PAD akan naik dan dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, serta mendukung pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat,” tuturnya.

Meski demikian, Tito mengingatkan perlunya penguatan sumber daya manusia sebagai bagian dari pengembangan Banda Neira. Ia menekankan masyarakat perlu dibekali pendidikan dan keterampilan agar tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai lokal.

“Banda Neira harus tetap terbuka seperti sejak masa lalu. Tetapi generasi saat ini juga harus diarahkan agar nilai dari luar tidak mendominasi hingga menggerus nilai-nilai lokal,” ucapnya.

Tito juga menyoroti keramahan masyarakat Banda Neira. Ia mengaku selalu disambut hangat setiap kali berkunjung.

“Biarpun banyak yang tidak mengenal saya sebagai Mendagri, tapi mereka sangat ramah. Itu saya rasakan saat berada di Pulau Lonthoir,” katanya.

Selain daya tarik alam, Tito mengingatkan bahwa Banda Neira memiliki kedekatan sejarah dengan tokoh-tokoh pendiri bangsa yang pernah diasingkan di wilayah itu, seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo.

“Tempat ini kaya akan sejarah. Catatan perjuangannya sangat panjang,” ujarnya.

Kepala Desa Nusantara, Banda Neira, La Sadikin Ali, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Mendagri. Ia menyebut banyak sejarah Banda Neira yang belum tergali, termasuk peran La Sahuda sahabat dekat Hatta yang menjadi penghubung informasi antara Hatta dan Sjahrir saat masa pengasingan.

“Usulan Mendagri sangat kami setujui. Ini sejalan dengan cita dan aspirasi masyarakat Banda Neira,” katanya.

La Sadikin menambahkan, penetapan Banda Neira sebagai destinasi super prioritas nasional diyakini akan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan berperan dalam sektor ekonomi kreatif maupun pariwisata yang terus berkembang.

 

 

 

Foto : Wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup