Bahas Ekonomi dan Investasi, Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025) malam. Pertemuan tersebut membahas situasi ekonomi terkini dan perkembangan investasi nasional.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat itu merupakan rangkaian terakhir dari tiga pertemuan yang dipimpin Presiden Prabowo sejak siang hingga malam hari.
“Terakhir, rapat bersama para menteri, (rapat) terbatas yang membahas mengenai perkembangan ekonomi dan investasi nasional,” ujar Teddy di Jakarta, dikutip Kamis (21/8/2025).
Hadir Sejumlah Menteri
Dalam rapat di Hambalang tersebut, sejumlah menteri hadir untuk menyampaikan laporan sekaligus mendengarkan arahan Presiden. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Menurut Teddy, Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan investasi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Percepatan Investasi Jadi Prioritas
Sebelumnya, dalam pidato penyampaian RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan pada 15 Agustus lalu, Prabowo menegaskan optimisme bahwa Danantara Indonesia sebagai sovereign wealth fund dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi.
“Kita percepat investasi dan perdagangan global. APBN sebagai katalis, peran Danantara Indonesia dan swasta harus semakin diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan pemerintah akan mempercepat berbagai proyek hilirisasi dengan nilai investasi mencapai USD 38 miliar. Proyek itu mencakup sektor pertambangan mineral, hilirisasi batubara, pertanian, perikanan, serta energi baru dan terbarukan.
“Inilah momentum bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi global,” tegas Prabowo.
Kebutuhan Investasi Capai Rp7.450 T
Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia membutuhkan total investasi sebesar Rp7.450 triliun agar target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2026 dapat tercapai.
“Untuk mencapai 5,4 persen pertumbuhan kita di tahun 2026 dibutuhkan Rp7.450 triliun dari total investasi di dalam GDP kita,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, pekan lalu.
Foto: Dok. Sekretariat Kabinet






