BOS Pesantren Lampaui Target Semester I, Lebih dari 590 Ribu Santri Telah Terbantu
Dalam enam bulan pertama 2025, penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pesantren melampaui ekspektasi. Kementerian Agama RI mencatat, hingga akhir Juni, lebih dari separuh dari total anggaran BOS telah tersalurkan ke ribuan lembaga pesantren di seluruh Indonesia.
Program BOS Pesantren tahun ini menyasar tiga bentuk satuan pendidikan: Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), serta Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), dengan tiga jenjang: Ula, Wustha, dan Ulya. Dari ketiganya, jenjang Ulya menunjukkan serapan tertinggi, sementara Ula dan Wustha juga memperlihatkan tren peningkatan dari triwulan sebelumnya.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah wujud nyata hadirnya negara di tengah-tengah pendidikan keagamaan,” ujar Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 Juli 2025.
Menurut Basnang, kesuksesan distribusi dana BOS di paruh pertama tahun ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah pusat, lembaga pesantren, dan pemangku kepentingan daerah. Dana BOS disalurkan dalam dua tahap, dan sejauh ini telah menyentuh lebih dari 590 ribu santri yang tersebar di lebih dari 2.500 lembaga pesantren.
BOS Pesantren dinilai menjadi pilar penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat yang tidak tersentuh pendidikan formal arus utama. Tidak hanya untuk kebutuhan operasional, BOS juga diarahkan untuk menopang tata kelola pendidikan yang lebih akuntabel dan terukur.
“Digitalisasi dan monitoring lapangan adalah dua kunci yang kami kembangkan untuk menjaga akuntabilitas dana,” tambah Basnang.
Kementerian Agama menyatakan akan terus menggenjot efektivitas penyaluran BOS hingga akhir tahun, dengan prioritas pada transparansi penggunaan anggaran. BOS tidak hanya diposisikan sebagai alat pemerataan pendidikan, tetapi juga sebagai pemicu peningkatan mutu pesantren yang selama ini menjadi benteng nilai keislaman dan kebangsaan.
Dengan capaian awal yang menggembirakan ini, pemerintah optimistis target penyaluran BOS tahun 2025 akan tercapai secara maksimal.
Foto: HO-Kementerian Agama RI






