Pemerintah Perkuat Peran Keraton Kasepuhan Cirebon Lewat Revitalisasi Museum

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan peran Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai pusat edukasi budaya. Salah satu langkah yang disiapkan adalah modernisasi tata pamer Museum Pusaka Keraton Kasepuhan serta penguatan narasi sejarah yang disajikan kepada publik.

Hal itu disampaikan Fadli usai meninjau langsung kawasan keraton pada Jumat. Ia menilai, dengan penataan yang lebih hidup dan pendekatan literasi yang kuat, generasi muda dapat lebih memahami perjalanan budaya yang panjang.

“Dengan sentuhan literasi yang lebih dalam dan penataan yang lebih hidup, generasi muda diharapkan bisa merasakan transformasi arsitektur dan budaya sejak abad ke-15 hingga sekarang,” ujar Fadli dalam keterangannya, Minggu (6/4/2026).

Fadli juga menyoroti koleksi yang tersimpan di Museum Pusaka yang dinilai sangat lengkap dan bernilai tinggi. Menurutnya, kekuatan utama museum bukan hanya pada koleksi, tetapi juga pada cara penyampaian cerita atau storytelling.

“Secara umum museumnya sudah baik, tinggal penguatan di sisi storytelling dan tata pamer, terutama pencahayaan, agar narasi sejarah bisa lebih kuat dan menarik bagi pengunjung,” katanya.

Sementara itu, Sultan Kasepuhan, Kanjeng Gusti Pangeran Raja Adipati Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Keraton Kasepuhan memiliki sejarah panjang yang diperkirakan telah berdiri sekitar 600 tahun.

Keraton tersebut didirikan oleh Sunan Gunung Jati dan menjadi bagian dari perkembangan Kesultanan Cirebon yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Pajajaran. Dengan sejarah itu, usia keraton disebut lebih tua dibandingkan Keraton Yogyakarta maupun Surakarta.

Sultan juga memaparkan kondisi kawasan keraton yang memiliki luas sekitar 25 hektare, lengkap dengan berbagai bangunan bersejarah seperti Siti Inggil, Gapura Candi Bentar, Dalem Agung Pakungwati, hingga Museum Pusaka.

Namun demikian, ia mengakui kondisi fisik sejumlah bangunan membutuhkan penanganan khusus agar tetap terjaga.

Dengan kunjungan tersebut, diharapkan Keraton Kasepuhan Cirebon dapat semakin berkembang sebagai pusat edukasi budaya sekaligus sains yang relevan bagi masyarakat luas.

Fadli Zon pun menegaskan komitmennya untuk terus mengunjungi berbagai pusat kebudayaan di Nusantara guna mendorong pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya secara berkelanjutan.(AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup