Hari Pramuka ke-64: Pramuka Mantapkan Peran Strategis Bangun Ketahanan Bangsa

Peringatan Hari Pramuka ke-64 menjadi momentum penting bagi Gerakan Pramuka untuk mempertegas komitmennya membentuk generasi tangguh, berkarakter Pancasila, dan siap menghadapi tantangan zaman. Mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, Kwartir Nasional (Kwarnas) menyerukan sinergi lintas sektor demi memperkuat fondasi kebangsaan.

Ketua Kwarnas, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, menegaskan bahwa nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka tetap menjadi pedoman utama dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul. “Kami ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, disiplin, dan berjiwa patriotik,” ujarnya.

Dari Sejarah Hingga Identitas Nasional

Akar gerakan kepanduan di Indonesia telah tumbuh sejak era kolonial, dimulai dari Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912. Semangat nasionalisme kemudian memunculkan organisasi pribumi, seperti Javanesche Padvinders Organisatie (JPO) pada 1916.

Tokoh pergerakan K.H. Agus Salim menjadi pelopor penggunaan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” sebagai simbol kemandirian dan penegasan identitas nasional. Gerakan ini terbukti berperan dalam mengobarkan patriotisme, mematangkan Sumpah Pemuda 1928, hingga turut mengiringi lahirnya Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Presiden Soekarno, pada 14 Agustus 1961, meresmikan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi pendidikan kepanduan di Indonesia melalui Keppres Nomor 238 Tahun 1961. Statusnya semakin kokoh dengan lahirnya UU Nomor 12 Tahun 2010, yang menegaskan asas Pancasila, sifat nonpolitis, dan peran multidimensi Pramuka.

Jawab Tantangan Zaman

Di tengah arus digitalisasi dan disrupsi teknologi yang memunculkan tantangan seperti judi online, perundungan, narkoba, dan degradasi nilai gotong royong, Pramuka hadir dengan program penguatan karakter.

Selain aktif di kegiatan sosial, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan, Pramuka kini mengembangkan literasi digital untuk menangkal hoaks serta memproduksi konten positif. Kwarnas juga menjalin kerja sama strategis dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Food and Agriculture Organization (FAO) melalui program pelatihan berbasis training of trainers dan mobile training team demi mendukung kemandirian pangan.

Tidak hanya itu, Pramuka mendorong lahirnya wirausaha muda untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Pilar SDM Tangguh

Kwarnas menegaskan bahwa SDM unggul hanya dapat dibentuk melalui pendidikan karakter yang konsisten. Dengan prinsip pendidikan Sistem Among ala Ki Hajar Dewantara—ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani—Pramuka ingin melahirkan generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berjiwa kepemimpinan.

Peringatan Hari Pramuka ke-64 ini pun menjadi ajakan terbuka bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi demi ketahanan nasional. “Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesiaku,” seru Budi Waseso menutup upacara peringatan.

 

 

 

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup