Pemerintah Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Kawal Pariwisata Aman Selama Libur Nataru 2025/2026
Pemerintah melalui Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan pariwisata selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (1/12/2025).
“Keberhasilan penyelenggaraan pariwisata pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sepenuhnya bergantung pada sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, pelaku industri, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Widiyanti.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan
Menpar menjelaskan tren pergerakan wisatawan pada libur Nataru dapat dijadikan acuan. Tahun lalu, Kementerian Perhubungan mencatat 225,86 juta pergerakan penduduk selama periode liburan akhir tahun.
“Puncak arus pergi terjadi 21–22 Desember 2024, sementara arus balik pada 1–2 Januari 2025. Tahun ini kita mengantisipasi pola pergerakan yang kurang lebih sama,” kata Widiyanti.
Untuk wisatawan mancanegara, Kemenpar memproyeksikan lonjakan signifikan pada Desember 2025 dengan estimasi 1,36 juta kunjungan, naik 10,72 persen atau sekitar 131 ribu kunjungan dibanding periode sebelumnya.
Adapun perjalanan wisatawan Nusantara diperkirakan menembus lebih dari 120 juta perjalanan pada Desember 2025, meningkat 19,34 persen dari tahun lalu.
“Destinasi paling diminati selama periode Nataru tetap didominasi pantai, danau, dan laut sebesar 58,6 persen, serta pusat kuliner 54,8 persen,” jelas Menpar.
Tantangan: Kemacetan, Cuaca, hingga Ancaman Bencana
Kemenpar memprediksi pola pergerakan wisatawan masih berpusat di Pulau Jawa. Namun sejumlah tantangan diperkirakan muncul, seperti kemacetan akibat dominasi transportasi darat, cuaca yang tidak menentu, hingga potensi bencana alam.
“Isu yang perlu diantisipasi mencakup bencana alam, kecelakaan, pungli, sampah, dan tindakan kriminal. Semua memerlukan sinergi lintas sektor,” tegas Widiyanti.
Ia meminta dukungan BNPB dan Kementerian Perhubungan untuk memberikan arahan teknis terkait penanganan bencana dan pengaturan lalu lintas, sehingga daerah bisa cepat bertindak apabila terjadi situasi darurat.
Pengawasan Ketat & Kenyamanan Wisatawan
Menpar juga mendorong pengelola destinasi wisata menyiapkan rest area memadai untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi. Selain itu, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk memperketat pengawasan terhadap praktik pungli di area parkir maupun pelayanan publik.
“Kami juga meminta daerah memastikan fasilitas pengolahan sampah berfungsi dengan baik,” imbuhnya.
Untuk menjaga keamanan, Menpar meminta dukungan kepolisian dan pemerintah daerah meningkatkan patroli serta memastikan kehadiran aparat di lapangan.
“Respons cepat atas laporan masyarakat dan wisatawan adalah kunci agar rasa aman selama Nataru benar-benar terjaga,” ujar Widiyanti.
Dengan sinergi yang solid, Kemenpar berharap penyelenggaraan pariwisata pada libur akhir tahun dapat memberi pengalaman positif bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Foto: Dok. Kementerian Parawisata







