Pemerintah Genjot Kualitas dan Daya Saing Pariwisata Nasional
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pemerintah terus mendorong sektor pariwisata agar tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.
“Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Widiyanti dalam laporan pariwisata bulanan di Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 13,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,02 juta kunjungan.
Secara kumulatif, kunjungan wisman selama Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,35 juta atau tumbuh 7,77 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Malaysia masih menjadi penyumbang wisman terbesar, disusul Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Februari 2026 tercatat sebanyak 91,14 juta perjalanan atau naik tipis 0,70 persen secara tahunan. Namun, secara kumulatif Januari–Februari 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 193,17 juta atau terkoreksi 0,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kementerian mencatat lonjakan pergerakan wisatawan domestik terjadi pada Maret 2026, terutama saat periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
“Selama periode libur dan cuti bersama 13 hingga 29 Maret 2026, jumlah perjalanan ke 10 destinasi pariwisata prioritas dan tiga destinasi regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan atau meningkat 18,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Februari 2026 tercatat 701.070 perjalanan atau turun 7,64 persen dibandingkan Februari 2025. Secara kumulatif Januari–Februari 2026, jumlahnya mencapai 1,71 juta perjalanan atau menurun 2,38 persen.
Widiyanti menambahkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia saat ini masih lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri.
“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri, baik secara bulanan maupun kumulatif,” ujarnya.
Untuk menjaga tren positif, Kementerian Pariwisata terus menjalankan berbagai program, mulai dari peningkatan kesiapan destinasi, kualitas layanan, hingga penerapan standar keamanan pariwisata.
Selain itu, pemerintah juga aktif memperkuat kerja sama internasional dan promosi pariwisata Indonesia melalui pameran, misi penjualan, serta pertemuan bisnis di berbagai negara.
Kementerian Pariwisata juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pembenahan perizinan akomodasi, penguatan manajemen krisis, serta mengarahkan promosi ke pasar yang dinilai stabil seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. (AD)
Foto : Antara








