Pemerintah Iran Nyatakan Tetap Siaga di Tengah Gencatan Senjata dengan AS

Korps Garda Revolusi Islam Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melontarkan peringatan keras di tengah pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap potensi serangan apa pun. Mereka bahkan menyebut siap merespons dengan kekuatan yang lebih besar jika terjadi agresi.

“Pasukan pelindung Iran telah menjalankan perintah Pemimpin Tertinggi. Kami tidak percaya pada janji, dan akan membalas setiap serangan,” demikian pernyataan IRGC.

Pernyataan itu merujuk pada arahan dari Mojtaba Khamenei yang disebut sebagai pemimpin tertinggi dalam struktur kekuasaan Iran saat ini.

Serangan beruntun diklaim

Di saat tensi belum sepenuhnya reda, IRGC juga mengklaim telah melancarkan gelombang ke-100 dari operasi militer bertajuk True Promise 4. Dalam operasi tersebut, lebih dari 25 target strategis disebut telah diserang.

Sasaran yang diklaim mencakup fasilitas energi di berbagai negara kawasan Timur Tengah, termasuk instalasi milik perusahaan energi asal AS seperti ExxonMobil dan Dow Chemical

Serangan disebut menyasar fasilitas di Arab Saudi, Qatar, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Beberapa titik yang diklaim terdampak antara lain pelabuhan minyak Yanbu di Arab Saudi, fasilitas energi di Fujairah, hingga kilang Al-Ahmadi di Kuwait.

Situasi masih panas

Meski gencatan senjata sempat diumumkan, pernyataan terbaru IRGC menunjukkan situasi di kawasan masih jauh dari kata stabil.

Iran menegaskan akan terus dalam kondisi siaga penuh, sembari membuka kemungkinan respons militer lanjutan jika situasi kembali memanas.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kesepakatan damai yang ada belum sepenuhnya menjamin meredanya konflik di kawasan Timur Tengah. (AD)

Foto : Dok. Xinhua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup