Konflik Iran–AS Memanas, Teheran Sambut Inisiatif Perdamaian Indonesia

JAKARTA – Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan menyambut baik tawaran Indonesia untuk menengahi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul rangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu lalu.
Dalam siaran persnya, Senin (2/3/2026), Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyatakan menyambut “kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk menengahi konflik ini”.
Kedutaan Besar Iran juga menekankan pentingnya sikap tegas para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat serta Israel.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi, apabila langkah tersebut disetujui oleh kedua belah pihak.
Indonesia, menurut Kementerian Luar Negeri, juga berupaya aktif berkontribusi dalam perdamaian global melalui keikutsertaannya dalam Board of Peace (BoP).
Khamenei Gugur, Konflik Memburuk
Di tengah upaya diplomasi tersebut, situasi keamanan terus memburuk. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Khamenei telah tewas.
Serangan udara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyasar sejumlah target di wilayah Iran dan kemudian memicu serangan balasan dari Republik Islam.
Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa Washington akan menyerang Iran dengan “kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” apabila Teheran melakukan pembalasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel.
Pangkalan Militer AS Ikut Disasar
Sementara itu, kondisi kawasan Timur Tengah dilaporkan semakin mencekam. Serangan balasan Iran tidak hanya diarahkan ke Israel, tetapi juga ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk dan sekitarnya.
Pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Irak, hingga Arab Saudi dilaporkan turut menjadi sasaran serangan.
Di tengah eskalasi tersebut, Iran menyatakan membuka ruang bagi peran Indonesia untuk mendorong dialog dan menengahi konflik yang kian meluas antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv. (AD)






