Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Jangkau 90 Desa, Pemkab Perkuat Pengawasan dan Distribusi
Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 90 desa di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan.
Asep mengatakan, utuk mendukung distribusi makanan bergizi secara bertahap dan merata, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan 188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar.
“Keberadaan SPPG ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat,” ucapnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Bandung, Selasa kemarin.
Menurut Asep, Program Makan Bergizi Gratis diarahkan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bekasi, yang memiliki jumlah penduduk mencapai 3.273.868 jiwa dengan populasi peserta didik yang besar.
Data penerima manfaat mencatat sebanyak 66.209 siswa PAUD hingga SMP telah menerima program MBG atau sekitar 39,9 persen dari total sasaran. Selain itu, program ini juga menyasar kelompok rentan prioritas, yakni 5.770 balita, 1.139 ibu hamil, dan 1.290 ibu menyusui.
Berdasarkan jenjang pendidikan, capaian penerima manfaat tercatat sebesar 2,58 persen pada PAUD, 6,08 persen pada SD, dan 31,25 persen pada SMP. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang beroperasi.
“Seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi sudah tercover Program Makan Bergizi Gratis. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Asep.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bekasi menerapkan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat. Meski demikian, Asep mengakui masih terdapat sejumlah kendala, seperti sertifikasi SLHS, pengelolaan limbah sisa makanan, serta stabilitas pasokan bahan baku.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah daerah mendorong percepatan sertifikasi SLHS, pembentukan Satuan Tugas MBG, serta memperkuat kerja sama dengan kelompok tani, kelompok ternak, badan usaha milik desa (BUMDes), dan pelaku usaha lokal.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan anak-anak Kabupaten Bekasi tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” kata Asep Surya Atmaja.
Foto: Dok. Pemkab Bekasi





