Presiden Prabowo Sebut Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Jadi Tantangan di Tahun Pertama Pemerintahan
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai tantangan yang dihadapi pada tahun pertama kepemimpinannya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meninjau pembangunan jembatan bailey di Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu. Di hadapan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya, Prabowo menegaskan bahwa para pemimpin daerah dipilih untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.
“Ya ini musibah, tantangan yang kita coba. Ini pimpinan baru satu tahun. Presiden satu tahun, gubernur satu tahun, bupati satu tahun, tapi kita dipilih untuk mengatasi kesulitan,” kata Prabowo di lokasi.
Dalam rangkaian kunjungannya ke wilayah terdampak banjir di Aceh, Kepala Negara meninjau langsung pembangunan jembatan bailey Teupin Mane yang menjadi ruas vital penghubung Kabupaten Bireuen dengan Takengon di Aceh Tengah. Jembatan sementara dengan bentang 30 meter itu menjadi urat nadi penting untuk memulihkan akses darat yang terputus akibat banjir besar dan derasnya arus sungai.
Setibanya di lokasi, Presiden langsung mengecek titik konstruksi di tepi aliran sungai. Ia menyaksikan aktivitas alat berat seperti ekskavator dan loader yang bekerja memperkuat pondasi serta timbunan batu gajah sebagai oprit jembatan.
“Ini kita lihat salah satu jembatan bailey yang dikerjakan. Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan untuk memastikan akses logistik dan pergerakan masyarakat segera pulih. Dalam peninjauan itu, Presiden juga menerima laporan mengenai kerusakan infrastruktur lainnya, termasuk bendungan serta area persawahan warga.
“Tadi dilaporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol. Nanti PU segera akan memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi dan sudah dilaporkan ke saya. Petani-petani tidak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, mereka akan kita perbaiki,” tutur Prabowo.
Foto : Antara





