DPR RI Dorong Kolaborasi Semua Pihak Tangani Stunting di Sumbar
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menekankan pentingnya kontribusi aktif seluruh elemen masyarakat dalam penanganan stunting di Sumatera Barat (Sumbar). Menurutnya, partisipasi bersama menjadi fondasi penting dalam memperkuat pembangunan daerah.
“Kasus stunting di Sumbar terus meningkat sehingga penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Ade Rezki saat menghadiri Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (12/11/2025).
Ade menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Kondisi gagal tumbuh pada anak berdampak langsung terhadap kemampuan kognitif dan produktivitas generasi penerus.
“Keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kalau SDM lemah secara kognitif dan produktivitasnya rendah, maka laju pembangunan akan ikut melambat,” ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat atau daerah. Sinergi dan gotong royong dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan, mengingat penyebab stunting mencakup banyak faktor seperti pola asuh, sanitasi, lingkungan, dan akses air bersih.
Untuk memperkuat gizi anak, pemerintah telah menggulirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp100 juta untuk program jamban sehat di Sungai Limau tahun ini sebagai bagian dari perbaikan sanitasi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Mardalena, mengaku awalnya tidak menyangka angka stunting di Padang Pariaman cukup tinggi. Padahal, daerah tersebut dikenal kaya dengan hasil ikan, ayam, dan sayur-sayuran.
“Stunting bukan penyakit, tapi kondisi yang bisa dicegah sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujar Mardalena.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjadi bapak asuh bagi keluarga kurang mampu, agar kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan baik.
Foto : Antara







