Pemerintah Siap Serap Ayam dan Telur Peternak Lokal untuk Program Makan Gratis Prabowo
Pemerintah menyatakan komitmennya untuk menyerap hasil produksi peternak ayam dan telur dalam negeri guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada untuk dua komoditas penting, yakni ayam dan telur. Hal ini dinilai sebagai modal utama dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara merata melalui satuan program yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Indonesia sudah swasembada ayam dan telur. Artinya, kita tidak perlu bergantung pada impor untuk dua komoditas ini, dan ini sangat mendukung keberhasilan MBG. Karena konsumsi protein hewani pasti meningkat,” ujar Hasan saat membuka Festival Ayam, Telur, dan Susu (FATS) 2025 di Jakarta, dikutip Rabu (23/7/2025).
Menurut Hasan, pemerintah telah menyiapkan skema penyerapan hasil peternakan nasional untuk mendukung logistik program tersebut.
“Satu unit SPPG saja bisa membutuhkan 300 ekor ayam dan 3.000 butir telur per hari. Bayangkan berapa banyak yang dibutuhkan jika program ini diterapkan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan subsektor peternakan sebagai tulang punggung penyedia protein hewani yang krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyebut penyediaan protein hewani sebagai bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045.
“Penguatan konsumsi protein tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Harus ada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” kata Agung. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk membangun SDM unggul yang sehat dan produktif.
Agung menambahkan bahwa peningkatan konsumsi ayam, telur, dan susu bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi strategi intervensi gizi yang berbasis sumber daya dalam negeri.
“Kami melihat dukungan besar dari asosiasi peternakan, perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga pelaku industri. Semua bergerak ke arah pembangunan peternakan yang tidak hanya produktif, tapi juga berkelanjutan dan berpihak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis digadang-gadang sebagai salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Dengan mengandalkan kekuatan produksi dalam negeri, program ini diharapkan juga mendongkrak perekonomian peternak lokal.
Foto: Dok. Pemprov Jatim






