Site icon Nyohor.com

Tanpa Pendaftaran, Program Sekolah Rakyat Sasar Anak Rentan Putus Sekolah

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menegaskan Program Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem serta mereka yang putus sekolah. Program ini dijalankan dengan sistem penjangkauan langsung, bukan melalui mekanisme pendaftaran umum.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan program tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak yang tidak lagi mengakses pendidikan formal.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Kita melakukan penjangkauan langsung kepada anak-anak yang diprioritaskan, baik yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul, dikutip dari Antara, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah formal pada umumnya karena menerapkan sistem berasrama. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin pada kelompok desil satu dan dua.

Menurutnya, banyak peserta didik memiliki usia di atas rata-rata akibat lama terputus dari pendidikan. Sebagian bahkan berasal dari latar belakang kehidupan jalanan.

“Banyak di antara mereka dulunya pengamen, pemulung, atau mengemis. Ada juga yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan,” ungkapnya.

Gus Ipul mengakui, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program ini terjadi pada tiga bulan awal pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh perbedaan latar belakang dan kemampuan akademik siswa yang sangat beragam.

Ia mencontohkan, terdapat siswa setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang belum memiliki kemampuan membaca, sehingga membutuhkan pendampingan intensif dari tenaga pengajar.

“Masih ada siswa yang belum bisa membaca. Ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi guru dengan pendekatan yang tepat,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemensos memastikan tenaga pengajar yang terlibat telah melalui proses seleksi ketat agar mampu menangani siswa dengan kebutuhan yang beragam.

Pada tahun ini, tercatat lebih dari 400 siswa telah lulus dari program Sekolah Rakyat. Di antaranya terdapat 11 lulusan tingkat SMA yang diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.

“Setelah lulus, mereka memiliki dua pilihan, melanjutkan kuliah dengan dukungan beasiswa dari pemerintah atau langsung bekerja sebagai tenaga terampil,” jelasnya.

Lebih lanjut, lulusan Sekolah Rakyat juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di masa mendatang. (AD)

Foto : Istimewa

Exit mobile version