Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada para guru di seluruh Indonesia atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Peran guru dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional.
Dalam pernyataan tertulis pada Minggu (3/5/2026), Abdul Mu’ti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendidik yang telah mengabdikan ilmu dan tenaga demi membangun generasi masa depan.
“Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah berdedikasi dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali arah dan tujuan pendidikan nasional.
Menurutnya, pendidikan pada hakikatnya merupakan proses yang dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang untuk memanusiakan manusia, sekaligus mengembangkan potensi alamiah setiap individu.
Abdul Mu’ti menjelaskan, nilai tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengedepankan konsep among dalam pendidikan, yakni asah, asih, dan asuh. Prinsip tersebut dinilai penting untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Sementara itu, refleksi Hardiknas juga dirasakan oleh para pelaku pendidikan di daerah. Guru SMP Negeri 1 Banyuwangi, Agus Harianto, menilai momen ini menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Ia menyebut sekolahnya mulai mendorong pembelajaran berbasis coding agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi.
Pandangan serupa disampaikan guru PAUD KB Al Khotijah Banyuwangi, Wiwik Handayani.
Ia berharap dunia pendidikan terus melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan semangat belajar siswa dan profesionalisme guru.
“Semoga ke depan semakin banyak inovasi sehingga pendidik dan peserta didik semakin bersemangat dalam menempuh pendidikan,” ujarnya.
Dari sisi pelajar, siswa MAN 1 Banyuwangi, Muhammad Ravi Adiatma Nur Dafiq, memaknai Hardiknas sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para tokoh pendidikan dan guru.
Ia berharap ke depan akses pendidikan di Indonesia semakin merata hingga ke daerah pelosok, sehingga seluruh anak bangsa mendapatkan kesempatan belajar yang setara.
Melalui momentum Hardiknas, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing. (AD)
Foto : Dok. Humas Kemendikdasmen

