Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus perempuan pada layanan KRL Commuter Line. Ia meminta agar gerbong tersebut tidak lagi berada di bagian paling depan atau belakang rangkaian, melainkan dipindahkan ke bagian tengah.
Usulan itu disampaikan Arifah usai meninjau korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
“Tadi kami berdiskusi dengan pihak KAI, kenapa gerbong perempuan ditempatkan di paling depan dan belakang, salah satunya untuk menghindari penumpukan. Namun dengan kejadian ini, kami mengusulkan agar bisa dipertimbangkan ditempatkan di bagian tengah,” kata Arifah dikutip, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang perempuan.
“Jadi posisi laki-laki di bagian depan dan belakang, sementara perempuan di tengah. Ini masih usulan awal,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Arifah juga mengungkapkan perkembangan kondisi korban. Dari total 55 orang yang dirujuk ke RSUD Kota Bekasi, sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 15 korban telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.
“Sebagian besar korban mengalami luka memar, dan ada juga yang mengalami patah tulang akibat benturan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan korban, termasuk pembiayaan perawatan medis.
“Kami memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa ini,” tutupnya. (AD)
Foto : Antara

